Happily ever after.

bahagia selamanya, mungkin hanya terjadi di dongeng dongeng. Tapi banyak kok yang memiliki kehidupan seperti itu juga.
aku termasuk penyuka kisah kisah yang 'happy ending' :).

kemarin episode terakhir film (he he he jangan diketawain yaaah) 'To Liong To' edisi baru.

gak mau komen soal film nya.
hanya ada selintasan pemikiran tentang keputusan Tio Buki yang kemudian ingin bebas membuat pilihannya sendiri, melakukan yang benar benar ingin ia lakukan bukan karena orang lain. Kemudian dia memutuskan untuk melepaskan posisi ketua partai, meninggalkan hiruk pikuk kehidupan duniawi dan memilih untuk tinggal berdua bersama Tio Beng di Pulau Air & Es. Hidup bahagia berdua, jika sore menyeduh teh di beranda rumah, membaca sastra, memainkan kecapi, membesarkan anak anak mereka....
selintas hal itu sangat sangat indah, sangat sangat menyenangkan... untuk diri ku, dalam bayangan ku. aaah betapa bahagianya tinggal bersama orang yang kita cintai, tanpa terusik hal hal sosialis yang sangat kompleks, tinggal berdua di sebuah pulau, makan dari hasil cocok tanam atau memancing ikan atau beternak :). Minum ada mata air jernih, atau air kelapa. rumah mungil dengan hamparan kebun yang luaaaaaas sekali. mau baca, nulis, melukis, memainkan alat musik. jogging, atau melakukan apaaaaa saja. Mau nonkrong berlama lama di tepi danau, di bibir pantai, di dahan pohon, di gubuk sawah, memandang milliaran bintang kala malam, aaah mau ngapain aja bisaaaaa. 

lalu sejurus kemudian, aku berfikir lagi.. hmm, sangat menyenangkan memang. tapi, tanpa handphone? tanpa komputer/laptop? tanpa jaringan internet? tanpa sapa menyapa dengan orang orang? tanpa silaturahmi dengan kleuarga atau para kawan? tanpa mengenal geliat dunia? tanpa memperhatikan apa apa yang sedang terjadi di sekitar kita? tanpa hadir di acara acara seru? tanpa berbagi kisah, pengalaman ataupun sekedar jadi pendengar yang baik bagi orang lain?
mmm, semua itu masih bisa diatur & disesuaikan siih... bisa saja dikombinasikan. 
tapi kalo sama sekali tanpa itu semua????!! waaah, sepanjang hidup dengan orang sangat sangat kita cintai pun rasanya terlampau monoton. ok ok aku akui aku termasuk orang sangat sangat gampang bosan, cepat sekali bosan dengan suatu hal. meski sebelumnya suatu hal itu tadinya sangat kusukai, tapi selalu ada titik bosan nya juga. jatuh cinta kembali... itu yang selalu harus dilakukan oleh orang orang dg tipikal diri ku.

rancangan kehidupan ku harus indah & bahagia ^___________^.

asal bisa.

aku tak pandai membuat judul
serupa halnya kurang pandai merangkai kata,
membuat padu padan kata yang bisa kau nikmati di tengah jamuan teh sore.

menebak nebak isi hatimu,
menebak nebak perasaan mu,
menebak nebak gulir kehidupan,
aah kau sebut aku tukang ber-asumsi,
aku anggap itu hipotesa,
kebenaran nya tak mutlak,
bisa kau sangkal,
bisa tak kau indah kan,
hanya saja... hipotesa ku bukannya tanpa referensi,
bukan tanpa alasan,
bukan asal tuding,
asal tebak,
asal vonis,
bisa jadi sangka ku benar,
bisa pula meleset..
baik ataupun buruk bukan kah tak ada nilai kumulatif yang absolut?!
 

tawa lirih.

mata, telinga dan seluruth panca indrawi ku... entah mengapa selalu mengarahkan ku pada potongan potongan kisah, yang kemudian ku temukan kejelasan rangkaiannya.
kamu ingin aku membantu apa? bagaimana?
malah akan memperburuk, bukan?
begini saja...
kalian berbaikan saja.
temukan cinta pilihan kalian.
kebenaran gak mutlak.
ciptakan pembenaran kalian sendiri.
masalah di luar hubungan kalian sudah cukup kompleks, bukan?
mengapa, kalian menciptakan konflik tak berujung diantara kalian juga?
bukannya malah saling bersatu dan menyayangi?!

aku tak ingin ikut campur.
kalian berbaikan laah... kalo mau terus berkonflik, yaa berkonflik lah, terserah kalian saja.
aku akan duduk di teras sambil menyeduh teh hangat ku, memandang matahari yang pelan pelan tergelincir di ufuk Barat.

apa?
bunuh diri?
iya orang pintar pun bisa melakukan hal bodoh, sangat bodoh sekali bahkan.
kehendak bunuh diri ini bukan sekali ini saja, bukan?
ini bukan kali pertama!
jelas jelas bukan pula kali terakhir aku mendengar hal ini!
sekarang si yang ingin bunuh diri ada di sisi lain, kira kira 3 meter dari jarak pandang ku.
lantas.. apa yang bisa ku lakukan?
yang pasti, aku tak mau lagi melihat kalian bertemu lalu berisak tangis, berpelukan lalu entah apa lagi yang terjadi kemudian..
aah itu uda sekian tahun yang lalu..
masa terulang kembali.
aku ingin keluar dari lingkaran ini.
aku tak mau lagi berada di lingkup kalian.

kalo saling suka, ya hidup lah dengan bahagia.
pilih kehidupan yang kalian ingin buat.
meski kalian percaya reinkarnasi, kehidupan kembali... kehidupan kalian yang sekarang, tetap terjadi sekarang, selesaikan kehidupan yang sekarang.

setiap orang memiliki permasalahan masing-masing.
terkadang aku merasa, ada orang orang yang seolah berlomba paling menderita. 
meski selalu berkata ingin keluar dari penderitaan, tak ingin menderita lagi, dan sebagainya dan semacamnya...
pandangan ku melihat hal lainnya..
itu pandangan ku.
kau sebut aku culas?
silakan.

aku merasa ini semua sandiwara.
hebat sekali para aktor & artis ini. 
bisa jadi, adegan sebenarnya bukan yang ditampilkan.
mereka tak hanya memainkan peran, tapi juga membuat skenario, dialog bahkan jadi sutradara langsung.
apa itu salah?
ha ha ha, aku tau apa tentang salah dan benar.
ha ha ha, aku punya wewenang apa menentukan salah dan benar.

akan ada banyak kesedihan, sayang.
akan ada banyak urai air mata.
akan ada banyak sayat pedih.
jerit rintih, sakit hati, kemunafikan, cerca, dusta dan mudarat.
lantas, menyerah begitu saja?
miskin?
kamu bersedia disebut miskin? dalam arti keseluruhan?
kamu bersedia menyandang sebutan itu?
bukan kah hidup itu adalah mengenai memilih?
bahkan tak memilih apapun adalah juga pilihan?

jika detak sudah berhenti.
waktu mu berhenti.
namun dunia terus berlalu... dunia pongah, enggan berdiam sejenak untuk berkabung melayat kepedihanmu.
bukan begini menghadapi hidup.
tak ada jaminan hidup itu akan manis manis saja, bukan?!
tak ada jaminan hidup itu akan tertawa tertawa saja isinya, bukan?!
tak ada jaminan hidup itu yang indah indah saja, bukan?!
serupa halnya kebalikannya.

sudah lah.
aku ingin tertawa.
tertawa lirih.

abaikan.

haaaaaa... suasana mencekam telah berlalu.
apa yang terjadi setelah ini, yaah terjadilah.
mungkin aku bukan orang baik yang bisa beramah tamah dengan orang,
apalagi beramah tamah dengan kepedihan mu.
bukan saat nya untuk bercengeng cengeng.
kamu atau pun kamu, aku tak bisa mempercayai siapapun diantara kalian.
bias.

anggap aku tak peka perasaan,
anggap aku dingin dan kaku.
anggap aku semau mau mu.

jika tak ada yang membuat kebaikan pada ku, sebaiknya tak perlu aku urusi.
jika tak membuat kebaikan pada dunia, pun dunia dalam lingkup sekitar ku, sebaiknya tak perlu ku urusi.
bertangis tangis cukup 5 menit, okay sejam sudah maksimal untuk membuat kantung mata membengkak.
setelah itu, selesai.
selesai kan!

kolase kala.

suatu pagi..
ketika aku memandang dirimu yang didekap kabut tipis..
sapa lirih dan senyum manis..
selamat datang pagi..
ku bawa nampan saji..
secangkir teh dan sepotong roti..
sarapan pagi penuh arti..
dirimu menemani..

sepasang pipit bercengkrama di dahan gamal, berbagi kisah pagi..

cicit riang bagai melodi harmoni..
merangkak pelan sang mentari..
digiring bidadari menari nari..
wajah lugu dan suci..
jiwa tulus dan murni..
aku, kamu yang kau sapa dalam hati..
sanubari yang kau sebut teman sejati..
itu aku.., kamu yang selalu kau nanti..
kau tak mengerti..
aku pun tak mengerti..
hening..
sepi..
sendiri..
memangut diri..
tepat di hadapan cermin tanpa tepi..
yang tak pandai memanipulasi kedirian..
yang tak lihai mengulik pemahaman hakiki..
pasrah pada kekinian..
tersungkur dalam ratap pedih..
diri ku, diri mu kala ini..
dalam satu ruang dan waktu yang kau titip..

pada sebongkah batu tanpa nama.

mengapa sekarang bungkam? 
lalu ini apa?
potongan gelisah masa lalu?
tabel kemunafikan yang kau sumbar?
tabungan kebencian yang kau tagih bunganya?
apa?
apa?
apa?
iya aku mau tahu..!

mengapa sekarang bungkam?
tak perlu menjadi sungkan!
mana keping kepercayaan diri yang kau dewa dewa kan?
mana luap kasih yang kau tabur di tepian samudra pengharapan?
mana kedigdayaan yang membuat sosok lain kerdil di hadapanmu?
mana?
mana?
mana?  
iya aku mau tahu..!

mengapa sekarang bungkam?
jawab!
jawab!
jawab!
iya aku mau tahu..!

ilalang meringkuk di sisi pohon gaharu

tutur kata yang terkulum dalam bibir terkatup..
binar binar sayu termaktub dalam percik banyu biru..beku..
dekap akhir sebelum sang kala menancapkan panji yang kau sebut kemenangan semu..
darah mu bergejolak bagai riak yang berarak tak menentu.. 
satu..
lalu menjadi baru..
hingga kamu tahu itu bukan aku..
kirap panjang kau pandu menjemput aku yang bukan aku..
bingar genderang membahana di segenap penjuru..
padu..
ragu..
gagu..
aku termangu..
siapa aku..?!

dia datang.

sudah malam..
tiada yang meminta mu bermalam..
dalam rupa rupa kau tak bergumam..
lelap berkepanjangan..
lelah dalam perjalanan..
pijar fajar yang urung datang..
dalam sekap malam kau teriakkan pekik kemenangan..
meski tak satu pun yang kau perjuangkan..
termenung, duduk tersungkur di suatu sudut sembari kau cabut onak yang meradang..
menggigil kau sebut dia yang usai bertandang..
dia.. bukan, dia.. ahh bukan, dia.., iya dia sosok malam yang senyumnya baka..
lekang dalam temaram..
dia.. iya dia.. 

Mencoba selalu memberikan HASIL..,selalu ada PEMBELAJARAN dari setiap HASIL

Img01563-20120422-2004

Minggu sore kemarin, bertemu dengan pak Ngurah Pemecutan adalah suatu hal yang membuatku bertambah semangat.

Pak Ngurah, sosok sepuh yang penuh semangat hidup. Buat ku, beliau banyak mengajarkan bagaimana menghargai setiap hal... kemarin beliau berujar padaku ditengah perbincangan sore kami yang riang dan ringan, bahwa  mencoba selalu memberikan HASIL...
Apapun yang kita lakukan, kita usahakan, di coba lakukan aja dulu.. maka itu akan memberikan HASIL. Selalu ada hasil dari apapun yang kita lakukan.
Baik dari usaha yang kita lakukan itu akan berhasil ataupun malah gagal, itu semua adalah bentuk dari HASIL.. dan HASIL selalu memberikan PEMBELAJARAN.

Mencoba, lalu berhasil.. hasilnya adalah pembelajaran bagaimana menemukan rumusan sukses, keberhasilan.
Mencoba, lalu gagal... hasil nya adalah pembelajaran bagaimana menemukan hal hal yang tidak dilakukan lagi, bahwa yang harus dilakukan adalah hal selain yang sudah dilakukan itu, dsb nya..

kalo gak dicoba, bagaimana kita bisa tahu hasil yang akan didapat, bagaimana kita bisa belajar sesuatu.....
pun jika itu adalah pengalaman orang lain, harus kita coba lakukan dulu kan.. kalo gak dilakukan tetap saja gak bakal dapat hasil nya... tetep sekedar tahu saja. that's it!

Semula aku selalu sungkan dengan pak Ngurah, apalagi ketika cafe beberapa kali mengalami perubahan manajemen hingga saat ini terbengkalai.
Beberapa barang barang sudah ku rapi kan & ku angkut, beberapa lainnya masih tersimpan di dapur museum. 
Dan pak Ngurah selalu menawarkan bantuan untuk mengangkut dengan mobilnya, seperti sore kemarin beliau kembali menawarkan bantuan mengangkut barang barang cafe dengan mobil nya namun hanya bisa dilakukan kala pagi, karena sopir nya hanya ada kala pagi. Pak Ngurah sangat tulus, semacam pemicu semangat untuk terus menerus melakukan suatu hal tanpa menyerah. Beliau memberi inspirasi padaku, bahwa kehidupan itu memang tak selalu mulus, tak selalu mudah, tak selalu sesuai dengan bayangan dan keinginan kita, meski demikian... selalu ada harapan.
Pak Ngurah memberi ku semangat, hidup memang tak hanya ada yang indah indah saja... namun, harus terus maju, terus berusaha, terus melakukan suatu hal. 
Pak ngurah cukup tahu dengan apa yang ku lakukan. sejak aku aktif dengan event event CINTA, aku sudah membuat acara di sana.. hingga acara2 youth corner & cafe corner, pak Ngurah semacam faham & memberi kepercayaan padaku...
seperti minggu kemarin, ketika aku membuat acara sharing dengan kawan kawan jurnalis, lalu lanjut dengan meeting dg anak2 Bali Nihon Genki... hingga malam. wantilan hendak dipake latihan tabuh, beberapa orang sudah menanti, aku hendak mengalah.. beberapa saat kemudian perwakilan tabuh berkata padaku bahwa mereka yang akan mengalah... katanya sudah bicara dg Aji (pak Ngurah) kalo wantilan akan dipake oleh ku & para pemain tabuh itu akhirnya pulang. waaah, sempat ada rasa gak enak hati, tapi yaah begitulah pak Ngurah ketika sudah mempercayai orang & menjanjikan suatu hal.. pak Ngurah sosok yang bisa dipercaya. intergritas itu yang membuat pak Ngurah memiliki wibawa.

dan, yeeeiiii aku dapat 2 bku puisi nya pak Ngurah. Asyiiikkkkk.... tiba tiba aja pak Ngurah bilang mau kasi aku buku puisi terbarunya lalu segera diambil kan buku itu, duuuh senaaaaang sekali. Aku suka puisi puisi pak Ngurah. aku menyebutnya...puisi telanjang, dia bertutur kata apa danya, tanpa tedeng aling aling, tanpa metafor rumit dan kata yang berlapis lapis, tafsir nya langsung. selain 2 buku puisi pak Ngurah juga dikasi lagi buku biografi pak Ngurah. happy!

rasa bahagia itu semacam gumpalan salju. ketika kita bahagia, akan beimbas dg hal hal lainnya yang menambah bahagia...
Tuhan, aku ingin buka cafe nya lagi dg segera. semoga segera deal untuk bisa buka di af dps.. amiiin amiiin...
aku tak akan pernah menyerah! tak akan pernah!
mungkin aku salah satu sosok underdog. well, underdog juga bisa mengubah kehidupan, setidaknya akan ku ubah kehidupan ku!
1 hal lagi... aku akan berusaha mengantongi 10.000 jam jadi facilitator. ya Tuhan, sulit juga yaah jadi pembicara.. yg karismatik. sulit juga jadi 'guru' atau apapun itu sebutannya, transfer ilmu, komunikasi.. yaah komunikasi itu gampang gampang susah. meski sudah menyiapkan skenario sedemikan rupa dll nya, hasilnya sering sekali tak seperti skenario awal. dan itu.. adalah TANTANGAN! maybe aku tak punya bakat atau kemampuan komunikasi yang mumpuni, tapi aku harus coba lagi, lagi dan lagi...!!! 
jadi milliarder... tentu saja, aku sangat ingin jadi miliarder. itu mungkin hanya 'angka'..tapi buat ku itu goal, target, dan itu adalah tantangan! pembuktian itu harus sampai berwujud!
kita lihat siapa yang akan tertawa kemudian...!

keras pada hidup, maka hidup akan melunak pada kita!
aku yakin harapan selalu ada ketika kita tidak pernah menyerah! berusaha.. terus berusaha!
aku sangat sangat percaya dengan keajaiban, yaah.. kita bisa jadi pencipta keajaiban keajaiban itu!
SE.MA.NGAAAAT...!!! 

Cermin Biru

#CeritaSore dari radio phoenix (seperti biasa) beberapa hari yang lalu, entah kapan, ingin ku kisah kan kembali... mungkin kisahnya sudah gak utuh :) tapi aku mengingat beberapa garis besarnya & itu cukup menyentuh.. aku ingin membagi kisah sederhana ini, perspektif makna yang diambil bisa berbeda-beda namun yang pasti, suatu kisah kehidupan selalu indah untuk diceritakanan...

-----
Suatu hari, sepasang suami istri hendak berbenah rumahnya. Rumah yang sudah mereka tempati selama puluhan tahun, semenjak mereka menjadi pengantin baru hingga saat ini rumah itu belum pernah direnovasi. Maka pada suatu minggu pagi, mereka berencana mengeluarkan barang-barang bekas yang sudah bertumpuk-tumpuk di gudang rumahnya. Mereka hendak menjadikan gudang itu lebih rapi.

Maka, di minggu pagi yang cerah ceria... sepasang suami istri itu mengumpulkan barang-barang bekas yang tertimbun digudang. Tampak beberapa barang sudah sangat lapuk & dipenuhi debu. Beberapa saat kemudian, sang istri berseru kepada suaminya karena ia menemukan sebuah benda hadiah ulang tahun perkawinan mereka puluhan tahun yang lalu. Benda itu berupa cermin yang mereka anggap sangat buruk & tidak layak untuk dipajang dirumah mereka. Mereka menganggap cermin itu hanya cermin jelek & tidak berharga. Namun, oleh karena mereka hendak menghormati si pemberi hadiah tersebut maka cermin itu mereka simpan di gudang hingga 20 tahun perkawinan mereka. Pinggiran cermin itu berwarna biru & sangat mencolok, tampak kepulan debu menyelimuti cermin itu.

Sekarang, setelah puluhan tahun berlalu sepasang suami istri itu berfikir sudah saatnya cermin itu dikeluarkan dari penyimpanan.  Tentu si pemberi cermin itu sudah lupa dengan hadiah itu, maka mereka hendak menjual cermin itu di lelang barang-barang bekas keesokan paginya bersama beberapa barang lain yang mereka temukan di gudang. 

Esok paginya, suami istri tersebut mengikuti lelang barang-barang bekas. Beberapa barang-barang yang mereka temukan di gudang mereka letakkan di meja untuk dijual, termasuk cermin tua itu. Beberapa saat kemudian tampak seorang Bapak berjanggut menghampiri lapak suami istri itu. Ia mengamati cermin tua dengan pinggiran biru yang kontras & tampak jelek itu. Seperti nya bapak berjanggut itu tertarik dengan cermin yang hendak dilelang oleh suami istri. Maka si bapak pun menanyakan harga jual cermin itu. Oleh karena suami istri menganggap itu hanya cermin jelek & mereka tak tau harus memberi harga berapa pada cermin jelek itu, maka suami istri itu menyebutkan angka Rp 10.000 untuk cermin tua yang tak berharga itu. Bapak berjanggut itu menyetujui harga yang diajukan si suami istri.
Namun, bapak berjanggut memberi syarat sebelum ia membeli cermin itu dia diperbolehkan memeriksanya nya terlebih dahulu untuk memastikan. Si suami istri menyetujui syarat tersebut. Maka si bapak itu pun membolak balik cermin tua itu, mengamatinya dengan seksama. Lalu, ia merobek pinggiran biru yang mengitari cermin tua itu. 
Dan.... tak dinyata, ternyata pinggiran biru itu hanyalah lapisan pembungkus cermin saja. Dibalik lapisan biru itu tampak cahaya kekuningan tertimpa cahaya matahari. Pinggiran cermin itu berlapiskan emas... dan selama ini suami istri itu tak pernah mengetahuinya.
si bapak berjanggut mengangguk lalu berkata, "Hmm.., seperti dugaan saya. Baiklah saya akan membayar harga yang anda sebutkan tadi"

suami istri tersebut termangu menyesal...

--------

Seperti hal nya hidup kita... bagaimana kita melihat kehidupan kita...
Terkadang kita sangat bosan dengan rutinitas harian yang harus dijalani...
"Bagun pagi - mandi - sarapan - berangkat kerja - makan siang - menyelesaikan tugas kantor - pulang kerja - mandi - makan malam - tidur"
dan esok paginya kembali seperti itu lagi... hari demi hari rutinitas seperti itu berlangsung terus menerus.

Seringkali kita tidak menyadari, dibalik itu semua... disetiap detik kehidupan kita, kita hanya menjalani nya 1 kali.. iya setiap detik selalu baru, selalu ada perubahan. Setiap saat nay hanya terjadi 1 kali. Setiap detik adalah pemberian baru bagi hidup kita. Tarikan nafas baru, detak jantung yang berubah, semua itu 1 pemberian berharga yang harus di syukuri. Tiap detik adalah sangat berharga, tiap detik tidak bisa sama dengan detik detik yang lain.

Jalani hidup ini dengan penuh syukur.
Tawa, sedih, senang, bahagia, marah, kesal, cinta, bahagia, dan semua rasa itu adalah warna warni kehidupan... TIDAK ADA YANG SIA-SIA DALAM HIDUP INI...!
semua itu sangat berharga.

Lihat lah di samping mu, saat nya kita peluk hangat mereka mereka yang kita sayangi. Kita kabari mereka mereka yang memberikan cinta & perhatiannya pada kita, kirimi mereka salam, biarkan mereka tahu bahwa kita pun menyayangi mereka.
Hidup tak berulang sama, kawan... setiap kesempatan adalah anugerah.
 
Posterous theme by Cory Watilo